GRESIK – Inovasi dalam dunia pendidikan terus bermunculan, salah satunya melalui karya kreatif mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang berhasil menghadirkan media pembelajaran interaktif bernama “Mistery Box”.

Karya inovatif ini digagas oleh Maulidiyah Wardhini, Istina Faj’riyah, Eva Maulana, Faurina Nugita, Ismi Hidliyatur Rohmah, Alfi Rahmawati, dan M. Bagas Sriwa Zuda. Ide tersebut lahir dari keinginan mereka untuk meningkatkan minat dan keterlibatan siswa yang selama ini cenderung pasif dalam proses belajar mengajar.

Menurut Maulidiyah Wardhini, media mistery box menggabungkan unsur permainan dan pembelajaran. “Media ini dirancang untuk membuat siswa lebih aktif dan tertarik mengikuti pelajaran, terutama pada materi yang bersifat abstrak seperti sistem tata surya di kelas 6 SD,” jelasnya.

Sementara itu, Istina Faj’riyah menambahkan bahwa media tersebut dibuat menggunakan bahan sederhana seperti karton berbagai ukuran, penutup buram agar isi kotak tetap misterius, serta visual tiga dimensi dengan hiasan tambahan. “Ketika dibuka, siswa akan merasakan kejutan dan penasaran, sehingga mereka lebih bersemangat mempelajari isi kotak tersebut,” tuturnya.

Proses pembuatan mistery box juga relatif mudah. Menurut Eva Maulana, langkah-langkahnya meliputi menghias kotak dengan tema tata surya, membuat kartu bergambar planet, menuliskan informasi di bawah gambar, merekam narasi audio penjelasan, serta menambahkan QR code dan petunjuk penggunaan. “Dengan cara ini, guru dapat menyajikan pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami siswa,” ujarnya.

Dalam penggunaannya, siswa akan membuka kotak misteri, mengambil kartu berisi kata atau gambar, lalu menyusun huruf menggunakan tutup botol sesuai petunjuk yang tersedia. Aktivitas ini melatih keterampilan berpikir kritis, kemampuan analisis, serta mendorong kolaborasi antar siswa.

Media mistery box ini memberikan manfaat ganda — bagi siswa, dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan fokus belajar, dan membantu memahami konsep abstrak secara konkret; sedangkan bagi guru, menjadi alternatif metode mengajar yang lebih variatif, menarik, dan mencegah kebosanan di kelas.

Melalui inovasi sederhana namun bermakna ini, mahasiswa PGSD UMG menunjukkan bahwa pembelajaran yang efektif tidak selalu membutuhkan teknologi tinggi, tetapi cukup dengan kreativitas dan kepedulian terhadap kebutuhan belajar siswa.

By No Comment 18 Agustus 2025

Leave a Reply